Ketika Anak TK Sudah Mulai Berbohong

Ketika anak TK sudah mulai berbohong, haruskah kita langsung memarahinya?

Berawal dari menginapnya saudara di rumah, hari ini Nathan terlihat agak malas-malasan berangkat ke sekolah. Mulai dari malas membuka mata, ogah-ogahan mandi, dan beragam alasan lainnya saat tiba mau berangkat sekolah. Hari ini Nathan diantar ke sekolah oleh bulangnya (kakek). Sepanjang perjalanan, masih saja ada alasan untuk menunjukkan keengganannya berangkat. Nathan bilang beberapa kali, “Nathan belum ngerjain Ketika Anak TK Sudah Mulai BerbohongPR, Bulang”. Sudah dinasehati bulangnya beberapa kali tidak apa-apa tetap berangkat sekolah dan bilang jujur kalau belum mengerjakan PR.

Tiba di sekolah, sang Bulang memberikan tas dan folder map ke Nathan. Folder map ini berisikan buku PR dan buku komunikasi dari sekolah. Saat turun, Nathan langsung menghampiri Pak Satpam, “Pak, folder map Nathan ketinggalan”. Jawab Pak Satpam, “Tidak apa, langsung masuk saja.” Nathan pun berjalan dengan tenang memasuki gerbang sekolah.

Mendengar Nathan mengatakan hal tadi ke Pak Satpam, sang Bulang penasaran karena dia merasa yakin telah memberikan folder map ke tangan Nathan langsung. Sambil berpikir kenapa Nathan mengatakan kepada satpam kalau folder map-nya ketinggalan, langsung saja dia cek mobil. Ternyata, folder map itu sudah tergeletak di bangku belakang!!! Bulangnya hanya geleng-geleng kepala sambil tertawa.

Entah apa yang ada di benak Nathan dengan sengaja meninggalkan folder map di mobil. Padahal folder map ini harus selalu dibawa setiap hari dan Nathan selalu menanyakan jika hendak berangkat sekolah ataupun turun dari mobil jemputan. Dia sadar bahwa folder map ini memang harus selalu dibawa ke sekolah. Asumsiku, Nathan merasa takut ataupun malu terhadap gurunya karena belum mengerjakan PR.

Saya sendiri punya komitmen, sangat tidak ingin memaksanya mengerjakan PR (membaca, menulis, dan berhitung) di usia yang seharusnya ia banyak bermain. Saya sadar betul itu. Tapi yah, tuntutan sekolah zaman sekarang memang tidak bisa dibandingkan dengan saya yang dulu baru belajar calistung di usia 7 tahun saat masuk SD. Saya sadar betul harus banyak belajar dan menyesuaikan gaya belajar yang pas untuk Nathan.

Saat Nathan saya tanyakan hal tersebut, dengan santainya dia jawab, “Karena Nathan belum ngerjain PR.” Buat saya itu sudah cukup, karena artinya dia tidak mengingkari perbuatannya tadi pagi alias tidak bohong lagi. Saya merasa tidak perlu memarahinya. Tinggal saya yang harus menyesuaikan diri bagaimana menyikapi PR Nathan di hari-hari selanjutnya sambil menanamkan sikap tidak boleh berbohong dan berani ambil resiko. Kalau misalkan dia mengelak hal tadi, tentu sah-sah saja kalau Nathan diberi hukuman karena perbuatan berbohong. Nah, ketika anak TK sudah mulai berbohong dan kita mau menegur mereka, sebaiknya nasehati anak saat kondisi tenang. Ada pengalaman lain yang mirip dengan ini? Yuk, berbagi di sini.

 

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *